Sunday, November 16, 2014

Perbedaan Haji Plus Dan Haji Reguler

KANTOR PERWAKILAN ARMINAREKA PERDANA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012, Izin Haji Plus D/230 th 2012
DIVISI MARKETING LIMA UTAMA SUKSES
 Siti Nova Khumairoh (NO. ID 2812153 )
Alamat Kantor/Rumah : Jln. A.Yani Perum. D'Braga Resindence Blok D2
Sukamanah, Cipedes Kota Tasikmalaya Jawa Barat
Web : arminarekaperdanahajiumroh.blogspot.com
No Handphone : 0852-9583-7051 (Simpati)
                 0896-0328-7699(Tri)
Pin BB : 7AE84F22


Perbedaan Haji Plus Dan Haji Reguler
 
Dalam berita haji atau yang berkaitan dengan haji, kita sering mendengar yang namanya Haji Reguler (ONH Biasa) dan Haji Plus (ONH PLUS). Berikut Perbedaan Haji Reguler yang penyelenggaraannya dilakukan oleh pihak Departemen Agama dan Haji Plus yang diselnggarakan oleh pihak swasta dengan pengawasan dari Kementrian Agama RI 

1. Biaya

Untuk Biaya (Ongkos Naik Haji) Haji Reguler jelas lebih murah di bandingkan dengan Haji Plus. Tahun 2011 kemarin, Haji Reguler besarnya berbeda pada masing-masing embarkasi : 

·                     Embarkasi Aceh: USD $ 3.285  
·                     Embarkasi Medan: USD $ 3.327 
·                     Embarkasi Batam: USD $ 3.460  
·                     Embarkasi Padang: USD $ 3.369  
·                     Embarkasi Palembang: USD $ 3.417 
·                     Embarkasi Jakarta: USD $ 3.589 
·                     Embarkasi Solo: USD $ 3.549  
·                     Embarkasi Surabaya: USD $ 3.612 
·                     Embarkasi Banjarmasin: USD $ 3.720 
·                     Embarkasi Balikpapan: USD $ 3.736 
·                     Embarkasi Makassar: USD $ 3.795  


Biaya diatas belum ditambah dengan biaya bimbingan Haji Regular baik di Tanah Air maupun di Tanah Suci, sekitar Rp 3 jutaan. Untuk mendapatkan kepastian berangkat (nomor porsi) Haji Reguler, jamaah harus menyetor sebesar Rp 25.000.000.

Sedangkan Biaya Haji Plus 2012 sekitar USD $ 7.000 sampai USD $ 8.500, ini akan bertambah tergantung dari penyelenggara Haji Plus termasuk lama calon jamaah Haji Plus di Tanah Suci. Biaya tersebut sudah termasuk bimbingan Haji Plus baik di Tanah Air mamupun di Tanah Suci. Dan untuk mendapatkan kepastian berangkat (nomor porsi) Haji Plus, jamaah harus menyetor sebesar USD $ 4.000.


2. Daftar Tunggu Pemberangkatan

Tentu saja waiting list calon jamaah Haji Plus lebih cepat daripada calon jamaah Haji Reguler. Haji Plus daftar tunggunya lebih cepat daripada Haji Reguler. Misalkan Calon jamaah Haji Plus mendaftar tahun 2012 bisa jadi tahun itu bisa berangkat ataupun paling lama tahun berikutnya yaitu 2013. Kalau Haji Reguler daftar tunggunya bergantung dari masing-masing daerah asal, ada yang 2 tahun, 4 tahun bahkan bisa lebih seperti di Jawa Timur untuk pendaftaran tahun 2012, Insya Allah pemberangkatan sekitar tahun 2022 (lihat daftar tunggu sumber Koran Jawapos disini)

Setelah mendaftar dengan menyetor sedikitnya Rp 25 juta, dipastikan calon jamaah haji regular mendapatkan Nomor PorsiNomor Porsi merupakan nomor urut yang sudah terdaftar di dalam dokumen komputerisasi haji terpadu yang dikenal dengan SISKOHAT. Selanjutnya calon jamaah haji regular masuk dalam Daftar Tunggu pemberangkatan (Waiting List). Untuk Haji Plus, jamaah harus menyetor sedikitnya USD $ 4.o00 untuk mendapatkan kepastian berangkat (nomor porsi)


3. Akomodasi dan Konsumsi

Haji Plus kebutuhan makanannya sudah ditanggung dan disediakan oleh pihak penyelenggara seperti makan dan minum sudah di sediakan pihak hotel sehingga tidak perlu repot-repot memikirkan masalah konsumsi 

Berbeda halnya dengan jamaah Haji Reguler, selama di Mekkah mereka harus mengusahakan sendiri makanan sehari-hari. Mereka bisa masak sendiri, beli di rumah makan, atau katering. Akomodasi dan konsumsi bagi Jamaah Haji Reguler selama di Tanah Suci adalah: 
·    Selama 6 hari di Madinah, seluruh kebutuhan konsumsi makanan jamaah haji ditanggung oleh hotel. semuanya gratis, sehari mendapat jatah makanan dua kali. Satu kotak makanan lengkap dengan lauk, ditambah 1 botol minuman mineral dan buah-buahan. pemondokan atau maktab di Madinah secara keseluruhan ditempatkan di hotel-hotel yang relatif sangat dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga jamaah tidak perlu mengeluarkan ongkos naik taxi. cukup jalan kaki sudah bisa dilakukan. 
·        Selama 4 hari di ARMINA (Arafah, Muzdalifa dan Mina), konsumsi juga ditanggung oleh maktab, sehingga jamaah sama sekali tidak mengeluarkan uang 
·        Sekitar 20 hari berada di Mekah, seluruh konsumsi makan ditanggung jamaah sendiri 

4. Lokasi Penginapan

Lokasi penginapan menjadi hal yang sangat penting mengingat hal khusyukan dalam ibadah. Untuk Haji Plus penyelenggara menyediakan penginapan yang tentunya lebih dekat dengan Masjidil Haram. Sehingga dapat memaksimalkan ibadah dengan baik
Sedangkan untuk Haji Reguler selama di Mekkah ditempatkan pada lokasi yang bervariasi dengan rata-rata ditempatkan pada ring 1 yang berjarak maksimal 2 km dan ring 2 yang berjarak 4 km dari Masjidil Haram dan pemerintah telah menjamin pemondokan tidak akan lebih dari 4 km dari Masjidil Haram. 

Letak penginapan adalah hal yang sangat penting bagi jamaah haji, karena sangat berpengaruh terhadap rutinitas dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah dan mendulang pahala, baik di Masjidil Haram Mekkah maupun di Masjid Nabawi Madinah.

Jamaah Haji Plus umumnya menempati penginapan di sekitar Masjidil Haram dengan jangkauan yang lebih dekat (10 meter hingga 250 meter). Sehingga dapat dipastikan mereka dapat memaksimalkan seluruh kegiatan ibadah di Masjidil Haram. Bisa menjalankan shalat 5 waktu berjamaah, dapat sewaktu-waktu menjalankan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan kemauan.

Jamaah Haji Reguler selama di Mekkah ditempatkan pada lokasi yang bervariasi. Tahun 1431 H, 125.845 Jamaah haji Indonesia yang reguler, rata-rata ditempatkan pada ring 1 yang berjarak maksimal 2 km dan ring 2 yang berjarak 4 km dari Masjidil Haram. Syukurlah Pemerintah tahun 2011 menjamin pemondokan Jamaah haji tidak akan berjarak lebih dari 4 kilometer dari Masjidil Haram. Pemerintah juga menetapkan pemondokan dengan cara Qur`ah alias undian.

Katakanlah lokasi pemondokan kita berjarak 4 km dari Masjidil Haram, paling tidak dalam sehari minimal 8 km harus ditempuh oleh jamaah haji. Bagi yang berduit banyak, mungkin tinggal mengeluarkan 1 sampai 2 riyal satu kali naik angkutan. Umumnya jamaah haji, dua kali dalam sehari berangkat-pulang dari Masjidil Haram. Artinya bisa jadi untuk berjalan saja membutuhkan jarak tempuh 16 km perhari.

Bisa kita bayangkan, bagaimana jadinya apabila kondisi tubuh kita lemah, apalagi yang sudah lanjut usia. Bahkan banyak diantara para jamaah haji sepuh yang hampir 21 hari hanya tinggal di pemondokan dan hanya sekali-kali saja pergi ke Masjidil Haram. Padahal shalat dan beribadah di Masjidil Haram sangat besar pahalanya.Oleh karenanya, persiapan fisik yang baik akan sangat menunjang kenikmatan kita dalam menjalankan rutinitas ibadah harian selama melaksanakan ibadah haji.


5. Lama Waktu Di Tanah Suci 

Haji Reguler sekitar 40 hari, di Mekkah sekitar 20 hari, di Arofa - Mina 4 hari dan di Madinah sekitar 6 hari. Haji Plus yang Non Arbain sekitar 19 hari sedangkan yang Haji Plus Arbain di Madina sekitar 26 sampai 30 hari. 


6. Pembimbing Selama di Tanah Suci

Semua jamaah Haji di Tanah Suci mendapatkan bimbingan dalam mempermudah dalam menjalankan semua kegiatan, terutama di Mekkah dan Armina (Arofah, Mudzdalifa dan Mina) pada hari Tarwiyah.

Jamaah Haji Plus lebih mudah dalam koordinasi, karena umumnya jumlah antara pembimbing dengan jamaah lebih dari cukup untuk mengontrol dan mengkoorninasi seluruh kegiatan yang dilakukan.

Jamaah Haji Reguler, saat ini telah banyak dilakukan oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang akan menuntun jamaah dan membimbing selama di tanah air maupun di tanah suci. Namun pemerintah juga telah membentuk TPHI, yang merupakan petugas khusus dari Departemen Agama yang mendapatkan tugas mendampingi dan mempermudah pelaksanaan ibadah haji selama di tanah suci


7. Intensifnya Bimbingan 
Para jamaah Haji Reguler biasanya mendapatkan lebih dari lima kali manasik haji yang diorganisasi oleh pemerintah daerah setempat (atau kantor agama dan atau dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji).  Bimbingan Haji Reguler di tanah suci mungkin cenderung tidak seintensif jamaah Haji Plus, karena tergantung kepada berkelompok dalam jumlah besar dan tergantung juga dengan gairah kepemimpinan dan bimbingan pembimbing haji dalam kelompok terbangnya. 
Sementara untuk jamaah Haji Plus, manasik haji biasanya dilakukan hanya dua atau tiga kali dengan cukup intensif, dua hari dalam satu pertemuan. Namun, kelanjutan bimbingan itu di tanah suci akan dirasakan cukup berbeda. Jamaah Haji Plus umumnya (tergantung juga dengan biro hajinya) mendapatkan bimbingan yang menerus tidak terputus dari sejak menginjakkan kaki di tanah suci sampai kembali ke tanah air, sehingga diharapkan tata cara hajinya terlaksana dengan sempurna. 
Kesimpulan
Money matters (uang itu berpengaruh), termasuk juga dalam berhaji. Dengan jumlah biaya yang bisa mencapai dua kali lipat, masuk akal jika fasilitas yang didapat jemaah Haji Plus pun berbeda dengan jamaah reguler.  

Akhirnya, Kalau boleh pinjem istilah iklan, apapun jenis ONH (Ongkos Naik Haji) yang dipilih, reguler ataupun plus, semua tergantung pada niat masing-masing. Kemabruran Haji hanya Allah SWT yang tahu, calon jamaah haji sendiri yang harus mampu menjemput dan mempersiapkan diri agar dimudahkan dan meraih ibadah Haji Mabrur. Bahwa yang terpenting adalah melakukan persiapan fisik, mental, ilmu haji dan finansial yang memadai untuk dapat menunaikan beribadah haji dengan maksimal.

Semoga semua yang telah membaca postingan ini segera dipanggil ke Baitullah menyatukan segala kecintaan pada Allah SWT dan diberikan banyak kemudahan dalam menjalankan semua rukun dan kewajiban Haji. 
Sehingga dengan itu akan memperoleh kemabruran dan keshalihan pribadi dan sosial. Jika telah merasakan indahnya bermunajad di Tanah Suci, maka semua akan selalu dirundung kerinduan yang mendalam untuk kembali ke tanah suci.

No comments:

Post a Comment